Entri Populer

Minggu, 01 Juli 2012

Teori Peluang di dalam Islam

Ada suatu argumen yang sering diutarakan oleh orang-orang beragama kepada orang non-theist :
''Jika Tuhan tidak ada, kita percaya maupun tidak, kita tidak akan mengalami kerugian sama sekali. Malahan, jika Tuhan ternyata ada dan kita percaya, kita akan mendapat imbalan seperti surga misalnya. Sebaliknya, jika Tuhan ada dan kita tidak percaya, maka habislah kita, karena kita akan mendapat hukuman kekal dari Tuhan''.
Argumen ini sebenarnya sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan merupakan bagian dari beberapa argumen yang diutarakan oleh seorang matematikawan Perancis yang bisa dibilang merupakan perintis teori probabilitas, yaitu Blaise Pascal.

Dan pada QS. An-Nisa ayat 7 yang artinya ''Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya,dan bagi wanita ada bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bagian yang telah ditetapkan''.
Ayat diatas menunjukkan salah satu aplikasi dari distribusi bernoulli dalam Al-Qur'an yang berkenaan dengan masalah hak waris, dimana jika orang tersebut adalah pewaris si mayit maka dia lebih berhak mendapatkan bagian warisan (peluang sukses) daripada orang lain yang bukan kerabatnya atau tidak mempunyai tali kekerabatan dengan si mayit. Sebagai contoh, jika si mayit meninggal dengan ahli waris 3 saudara perempuan maka akan mendapatkan bagian dua pertiga dan orang tua sepertiga dari harta warisan sekiranya mereka masih hidup, maka tidak ada yang tersisa lagi dari harta warisan tersebut. Mempelajari problem kepastian dan peluang ini menjadi penting karena agama sebagai ajaran suci tidak layak untuk menjadi objek spekulasi dan dugaan-dugaan.

Daftar Pustaka : Harini, S. 2010. Teori Peluang. Malang : UIN-Maliki Press.